-->

Fakta unik dan menarik tentang kota Medan yang wajib dikunjungi

Kota Medan merupakan salah satu kota di Indonesia yang mampu mencerminkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dengan tepat. Hanya di Kota Medan, kamu bisa melihat rumah orang Jawa, Batak, Tionghoa, Tamil, berjejer di dalam satu gang yang sama. Tidak ada satu suku pun yang jumlah populasinya melewati persentase 40% di Kota Medan, menandakan bahwa tidak ada yang menjadi mayoritas di Kota Medan.


Semua hidup dengan harmonis dan penuh tenggang rasa. Dalam hal agama sendiri, Medan memiliki banyak tengara keagamaan yang penting, seperti Masjid Raya Medan, masjid terbesar dan termegah di Medan, Vihara Gunung Timur, sebuah kuil Tao yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, Graha Maria Annai Velangkanni, sebuah gereja Katolik dengan arsitektur Tamil, Kuil Sri Mariamman, kuil Hindu tertua di Medan, hingga Maha Vihara Maitreya, vihara Buddha Mahayana terbesar di Asia Tenggara.

Namun demikian, hal itu bukan berarti tidak ada gesekan. Layaknya saudara kandung, mereka terkadang masih bisa bertengkar, Namun tentu saja, rasa persaudaraan lebih panjang dan kuat daripada pertengkaran itu sendiri.
Saat ini ada dua juta jiwa yang hidup di Kota Medan, yang berasal dari berbagai suku dan agama, yang saling bekerjasama untuk kemajuan dan kemakmuran kota Medan. Yang pertama ada:

1. BATAK
suku Batak menjadi bangsa terbesar di Medan, yakni 34,39% (sensus penduduk tahun 2015), orang Batak memiliki pengaruh yang besar di Medan. Mereka terbagi menjadi tiga sub suku, yakni Karo, Mandailing, dan Toba. Orang Batak Toba dipekerjakan oleh perusahaan Belanda sebagai pekerja perkebunan kelapa sawit disusul orang Mandailing yang datang untuk mencari pekerjaan setelah masa kemerdekaan, dan pendiri Medan adalah orang Karo yang bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi, yang hidup sekitar awal abad ke-17. Mayoritas di antara mereka tinggal di sekitar Padang Bulan, Medan Johor, Tuntungan, Marindal, Amplas, dan Medan Tembung.

2. JAWA
Banyak dari mereka merupakan keturunan orang Jawa yang didatangkan oleh Belanda untuk bekerja di perkebunan. Membentuk sekitar 33,03% dari keseluruhan populasi kota Medan, orang Jawa menjadi suku terbesar kedua di Medan setelah Batak dan memiliki pengaruh yang cukup besar. Banyak kelurahan di Medan yang berasal dari penamaan oleh orang Jawa, seperti Tanjungsari, Sarirejo, Sidodadi, Sidorejo, Sukaraja, dan lain sebagainya. Mereka dikenal sebagai Pujakesuma, singkatan dari Putra Jawa Kelahiran Sumatra. Orang Jawa di Medan tersebar cukup merata namun banyak yang menetap di sekitar kecamatan Medan Timur dan Medan Tembung.

3. TIONGHOA
Membentuk sekitar 10,65% dari keseluruhan populasi Kota Medan, suku Tionghoa menjadi suku ketiga terbesar di Medan. Kebanyakan dari mereka merupakan keturunan Tionghoa yang datang dari Tiongkok selatan untuk berdagang dan bekerja di Deli pada sekitar abad ke-20. Mayoritas dari mereka merupakan orang Hokkien yang datang dari provinsi Fujian, disusul orang Hakka, Teochew, Hinghua, Hokcia, dan Kanton. Mereka berbicara dalam bahasa Hokkien yang telah dipengaruhi oleh bahasa Melayu. Orang Tionghoa tinggal di sekitar pusat kota, seperti Medan Perjuangan, Medan Kota, dan di pinggiran seperti Sunggal, Polonia, Kampung Baru, Pulo Brayan, Marelan, dan Titi Kuning, serta beberapa lokasi lainnya di Medan.

4. MINANGKABAU
Orang Minang datang ke Medan sekitar pertengahan abad ke-19 untuk berdagang. Mereka merupakan para pedagang, pemilik restoran, dan pengrajin yang handal. Banyak restoran Padang dibuka di Medan oleh mereka dengan menu yang beragam dan hidangan yang sangat lezat. Sekitar 300 ribu orang di Medan merupakan keturunan orang Minangkabau, yang tinggal di sekitar Medan Denai dan Medan Maimun, membentuk 8.60% dari total keseluruhan populasi di Kota Medan. Saya yang sedang menulis ini bahkan merasakan peluh yang mengalir deras membayangkan pedas dan enaknya nasi padang yang saya makan kemarin.

5. MELAYU
Merupakan salah satu penduduk asli di Medan selain orang Karo, orang Melayu banyak yang bekerja sebagai nelayan di pesisir Kota Medan, seperti Belawan dan Labuhan. Mereka datang ke Medan setelah Istana Maimun selesai dibangun dan Kesultanan Deli dipindahkan ke Medan. Mereka tinggal di sekitar pesisir Kota Medan, yang dekat dengan laut sehingga banyak dari orang Melayu di Medan bekerja sebagai seorang nelayan. Di pusat kota sendiri, mayoritas dari mereka tinggal di Medan Maimun dan Kelurahan Kota Matsum. Beberapa tinggal berbaur dengan suku lainnya di penjuru Kota Medan.

6. ACEH
Orang Aceh di Medan kebanyakan merupakan pengungsi konflik Gerakan Aceh Merdeka dengan TNI pada sekitar tahun 1970-an. Merupakan juru masak dan peracik kopi yang handal, orang Aceh di Medan banyak yang membuka usaha mie Aceh dan kedai kopi Ulee Kareng. Mereka juga banyak membuka toko-toko kelontong yang menjual beragam kebutuhan masyarakat. Restoran Mie Aceh bisa ditemukan di sepanjang jalan Gagak Hitam di Sunggal, yang kini dikenal sebagai Ring Road dan sekitar jalan Setia Budi. Gelora bumbu Mie Aceh yang membakar mata saat dimasak itu telah mengingatkanku saat berkencan dengan dia yang pernah berada di dalam hati.

7. INDIA
Kebanyakan keturunan India di Medan merupakan keturunan Tamil yang berasal dari India selatan, yang datang ke Medan untuk berdagang, disusul oleh keturunan Punjabi dan Bengali dari India utara. Banyak dari mereka yang tinggal di Kampung Madras dan Kampung Anggrung di Medan Polonia. Mayoritas orang India di Medan merupakan pemilik toko yang tersebar di Kampung Madras dan Kesawan. Mayoritas dari mereka menganut agama Hindu, Buddha, dan Sikh, sebagian kecilnya memeluk agama Kristen dan Islam.

8. BANGSA ASING LAINNYA
Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, bahkan kota terbesar di luar Pulau Jawa, Medan menjadi kota tujuan para ekspatriat dari berbagai belahan dunia, seperti Thailand, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Vietnam, Belanda, Inggris , Jerman, dan lain sebagainya. Berbagai sekolah internasional dibuka di Medan, seperti Nanyang Zhi Hui School, Singapore International School, Prime One School, Medan Nihonjin Gakkou, dan lain sebagainya, dengan konsulat asing seperti Belanda, Jepang, Malaysia, Amerika Serikat, India, Tiongkok, dan lain sebagainya.

itulah beberapa fakta unik dan menarik Tentang kota Medan yang belum banyak orang tahu, semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi pengetahuan kita tentang kota kota di seluruh Indonesia, yang pastinya lebih banyak lagi pengetahuan yang akan kita dapatkan. Sumber: neohistoria

0 Response to "Fakta unik dan menarik tentang kota Medan yang wajib dikunjungi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel